Suite Pee Lyrics
I had an out of body experience, the other day. her name was Jesus, and
for her everyone cried, everyone cried, everyone cried. Try her
philosophy, try her philosophy, try her philosophy, try. You die for her
philosophy, die for her philosophy, die her philosophy die. Crossed and
terrored ravages of architecture, lend me thy blades, we're crossed and
terrored ravages of architecture, hoist around the spade. Try her
philosophy, try her philosophy, try her philosophy, try. You die for her
philosophy, die for her philosophy, die her philosophy die.
Die....die....die....why.... lie naked on the floor and let the messiah
go all trough our souls, lie naked on the floor and let the messiah go
all trough our souls, die, like a mother fucker, die, like a mother
fucker, why, like a mother fucker, i want to fuck my way to the garden,
cause everyone needs a mother, fucker! The following of a Christ, the
following of a Christ, the following of a Christ, the following of
Christ, the falling of Christ, the falling of Christ, the falling of
Christ, the falling of Christ.
Suite Pee, Apabila diterjemahkan secara bebas Suite: sederetan/rangkaian dan Pee: kencing.
Salah satu bagaian lirik yang menurut saya paling menarik adalah pada bagian "her name was Jesus", bagian
tersebut Yesus diposisikan sebagai "wanita". Pemposisian Yesus sebagai
wanita dalam lirik tersebut saya lihat sebagai bentuk protes Serj
Tankian terhadap pemikiran patriarki dalam agama-agama semit (islam, kristen, yahudi). Hal ini dapat dilihat dalam album solo Serj (elect the death). Suite pee juga terkait dengan budaya feminisme pagan yang dijatuhkan atau dihujat setelah kemunculan agama-agama semit (The following of a Christ). Dalam kasus ini saya melihat adanya koneksi antara Serj Tankian dan feminisme pagan, khususnya mitologi Lilitth / Nlelith dimana
menurut orang-orang yahudi, Lilith adalah pasangan Adam sebelum adanya
Hawa / Eve. Adam dan Lilith diciptakan sama-sama dari tanah, sehingga
pada saat akan melakukan hubungan sex, Lilith menolak berada dibawah,
karena ia merasa sederajat dengan Adam. Menurut beberapa pandangan,
agama-agama semit telah melakukan pemalsuan / kebohongan terhadap
feminisme pagan dengan memposisikan Dewi Pagan sebagai Lilith. Sehingga
budaya patriaki dapat diterima secara luas. Maka dapat dilihat bahwa
bagain lirik yang berbunyi "lie naked on the floor and let the
messiah go all trough our souls, die, like a mother fucker, die, like a
mother fucker, why, like a mother fucker", memberikan penggambaran
kepada kita bahwa kebohongan patriarki semit begitu (telanjang) nyata,
tapi kita tetap tidak sadar, dan mati dalam ketidaktahuan. "i want to fuck my way to the garden (surga), cause everyone needs a mother", kata
"fuck" merupakan simbolisasi bahwa "i" atau "aku" tidak mempedulikan
lagi jalan menuju surga (dalam budaya semit), dan setiap orang
membutuhkan keberadaan Mother seperti dalam feminisme pagan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar